Nissan March 1.500 Cc Gagal Merebut Hati Konsumen Dan Berhenti Produksi

BINTANGOTOMOTIF.COM � Nissan March 1.500 cc Gagal Merebut Hati Konsumen dan Berhenti Produksi. Nissan karenanya meminumkan obat serangga pada Nissan March 1.500 cc, hal ini dilakukan karena pihaknya sudah menyadari akan kesalahan yang dilakukannya sehingga tetapkan untuk mengakhiri peran Nissan March pada pasar otomotif. Nissan tidak mau menambah masa kegagalannya dalam waktu usang alasannya ialah pihaknya sudah menyadari akan kegagalan produk itu.

Nissan March merupakan City Car yang dibekali mesin yang setara sub-compact hatchback yang kurang bisa bersaing dan tidak bisa menggoda para konsumen pada pasaran di Indonesia. Disamping itu harga Nissan March 1.500 cc ini di banderol terlampau tinggi dibandingkan dengan City Car yang lainnya. Mobil kota keluaran Nissan ini bersama-sama tmpilannya boleh dikatakan tidak jelek. Hal ini dibuktikan dengan penerapan mesin yang sudah memakai 1.500 cc ini sudah dilengkapi dengan VCD (stability Control), kemudian 4 sensor untuk area parker, AC yang dilengkapi climate control, retractable mirror, serta tombol start/stop engine.

Walaupun terbilang sudah mempunyai fitur yang lengkap akan tetapi peminat Nissan March 1.500 cc ini masih mengecewakan alasannya ialah harga yang di patok untuk membeli Nissan March 1.500cc ini terlampau mahal yakni mencapai 200 juta Rupiah, sehingga konsumen pecinta City Car di Indonesia masih berpikir 2 hingga 3 kali lagi jikalau harus merogoh kocek yang terlalu dalam hanya untuk membeli city car Nissan March 1.500cc. pasalnya city car yang sekelas Nissan March masih banyak dengan merek lain yang tidak kalah dengan Nissan March dan diberikan harga dibawahnya.

 Gagal Merebut Hati Konsumen dan Berhenti Produksi Nissan March 1.500 cc Gagal Merebut Hati Konsumen dan Berhenti ProduksiBerdasarkan data Gaikindo penjualan Nissan March sangatlah jauh dari harapan. Pada awal kelahiran Nissan March 1.500 cc ini saja bisa di hitung pakai hitungan jari. Menurut survey Gaikindo pada bulan Desember tahun 2014 saja hanya bisa terjual 3 unit saja dan pada awal tahun 2015 hingga bulan april Nissan March hanya mampu terjual sebanyak 21 unit. Berarti langkah yang di ambil oleh Nissan ternyata itu bukan tanpa alasan akan tetapi itu sudah dipertimbangkan oleh pihaknya. Semoga k depan Nissan bisa mengambil pesan yang tersirat dari produk yang gagal ini.